Pages

Ketika Tiada Lagi Tempat Untuk Menanam

Poster yang dibuat oleh kelompok kami ini tentunya mengacu pada permasalahan berwawasan lingkungan. Kami mengambil judul “Ketika tiada lagi tempat untuk menanam”, dengan tema yang tentunya mengenai penghijauan kota. Tema ini diambil karena di jaman sekarang ini kondisi perkotaan semakin padat dengan penduduk dan beraneka ragam bangunan. Hal ini menyebabkan semakin berkurangnya lahan untuk penghijauan di kota. Berikut tampilan poster yang kami buat:


Deskripsi: 
Poster kami berjudul “Ketika tiada lagi tempat untuk menanam” dengan tema penghijauan kota. Latar dari poster kami menggunakan gambar berupa bangunan-bangunan di perkotaan dengan diberi efek grayscale. Selanjutnya terdapat gambar orang-orang yang sedang sibuk berlalu-lalang diberi efek grayscale pula. Di posisi tengah poster terdapat tulisan “When there’s no palce for plant a tree”. Tulisan ini bewarna hijau karena poster ini terkait dengan penghijauan kota. Di pojok kanan bawah terdapat dua orang pria yang mana diatas kepala mereka masing-masing tertanam sebuah pohon.

Beberapa makna penting yang menyangkut poster diatas yaitu:
  1. Pada gambar bangunan-bangunan dengan efek grayscale menjadi latar poster ini, yang mana menggambarkan lingkungan perkotaan yang miskin akan lahan hijau (kurangnya pepohonan di perkotaan).
  2. Pada gambar masyarakat yang padat dengan efek grayscale, menggambarkan kondisi lingkungan perkotaan di jaman sekarang dan ciri masyarakat perkotaan, yang mana padat penduduknya serta sibuk akan aktifitasnya masing-masing, sehingga kurangnya inisiatif terhadap lingkungan, terutama dalam hal ini penghijauan di kota.
  3. Pada bagian tengah poster ini terdapat tulisan “When there’s no palce for plant a tree” yang artinya “ketika disana tidak ada tempat untuk menanam sebuah pohon”, yang mana bermaksud menyampaikan suatu kondisi ketika tiada lagi tempat untuk menanam sebuah pohon, karena padatnya bangunan-bangunan di perkotaan. Jadi untuk mengingatkan penduduk perkotaan akan pentingnya penghijauan di kota dan mewaspadai agar jangan sampai terjadi kondisi seperti pada gambar diatas.
  4. Gambar dua orang pria di pojok kanan bawah yang mana diatas kepala mereka masing-masing tertanam sebuah pohon, merupakan pesan teguran kepada penduduk perkotaan karena miskinnya lahan untuk penghijauan. Hal ini disebabkan karena sebagian besar lahan perkotaan merekan gunakan untuk membangun beraneka macam bangunan, sehingga khawatir suatu ketika tiada lagi tempat untuk menanam pohon. Oleh karena itu, digambarkan dampaknya bahwa suatu hari nanti seolah-olah pohon mungkin akan tumbuh diatas kepala manusia. Hal ini bermaksud sebagai teguran.

Dibuat oleh 3IA01, Kelompok 2 yang terdiri dari :
Aisyah Syafarirna (54409726)
Bobby Arista Elvan (52409442)
Ferhat Nuh Juriza (55409696)
Hengky Mulyono (50409106)

Sumber gambar: