Pages

Ketika Tiada Lagi Tempat Untuk Menanam

Poster yang dibuat oleh kelompok kami ini tentunya mengacu pada permasalahan berwawasan lingkungan. Kami mengambil judul “Ketika tiada lagi tempat untuk menanam”, dengan tema yang tentunya mengenai penghijauan kota. Tema ini diambil karena di jaman sekarang ini kondisi perkotaan semakin padat dengan penduduk dan beraneka ragam bangunan. Hal ini menyebabkan semakin berkurangnya lahan untuk penghijauan di kota. Berikut tampilan poster yang kami buat:


Deskripsi: 
Poster kami berjudul “Ketika tiada lagi tempat untuk menanam” dengan tema penghijauan kota. Latar dari poster kami menggunakan gambar berupa bangunan-bangunan di perkotaan dengan diberi efek grayscale. Selanjutnya terdapat gambar orang-orang yang sedang sibuk berlalu-lalang diberi efek grayscale pula. Di posisi tengah poster terdapat tulisan “When there’s no palce for plant a tree”. Tulisan ini bewarna hijau karena poster ini terkait dengan penghijauan kota. Di pojok kanan bawah terdapat dua orang pria yang mana diatas kepala mereka masing-masing tertanam sebuah pohon.

Beberapa makna penting yang menyangkut poster diatas yaitu:
  1. Pada gambar bangunan-bangunan dengan efek grayscale menjadi latar poster ini, yang mana menggambarkan lingkungan perkotaan yang miskin akan lahan hijau (kurangnya pepohonan di perkotaan).
  2. Pada gambar masyarakat yang padat dengan efek grayscale, menggambarkan kondisi lingkungan perkotaan di jaman sekarang dan ciri masyarakat perkotaan, yang mana padat penduduknya serta sibuk akan aktifitasnya masing-masing, sehingga kurangnya inisiatif terhadap lingkungan, terutama dalam hal ini penghijauan di kota.
  3. Pada bagian tengah poster ini terdapat tulisan “When there’s no palce for plant a tree” yang artinya “ketika disana tidak ada tempat untuk menanam sebuah pohon”, yang mana bermaksud menyampaikan suatu kondisi ketika tiada lagi tempat untuk menanam sebuah pohon, karena padatnya bangunan-bangunan di perkotaan. Jadi untuk mengingatkan penduduk perkotaan akan pentingnya penghijauan di kota dan mewaspadai agar jangan sampai terjadi kondisi seperti pada gambar diatas.
  4. Gambar dua orang pria di pojok kanan bawah yang mana diatas kepala mereka masing-masing tertanam sebuah pohon, merupakan pesan teguran kepada penduduk perkotaan karena miskinnya lahan untuk penghijauan. Hal ini disebabkan karena sebagian besar lahan perkotaan merekan gunakan untuk membangun beraneka macam bangunan, sehingga khawatir suatu ketika tiada lagi tempat untuk menanam pohon. Oleh karena itu, digambarkan dampaknya bahwa suatu hari nanti seolah-olah pohon mungkin akan tumbuh diatas kepala manusia. Hal ini bermaksud sebagai teguran.

Dibuat oleh 3IA01, Kelompok 2 yang terdiri dari :
Aisyah Syafarirna (54409726)
Bobby Arista Elvan (52409442)
Ferhat Nuh Juriza (55409696)
Hengky Mulyono (50409106)

Sumber gambar:

Listing Program Aplikasi Daftar Menu dan Harga

Listing Program:













Public Class Form1
    Dim val_a, val_b, val_c, val_d, val_e, val_f As Double
    Dim total As Double

    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click


        If CheckBox1.CheckState = CheckState.Checked Then
            val_a = (Val(TextBox1.Text) * 10000)
            ListBox1.Items.Add(Val(TextBox1.Text) & " " & "Pecel Ayam")
        Else
            val_a = 0
        End If

        If CheckBox2.CheckState = CheckState.Checked Then
            val_b = (Val(TextBox2.Text) * 12000)
            ListBox1.Items.Add(Val(TextBox2.Text) & " " & "Ayam Bakar")
        Else
            val_b = 0
        End If

        If CheckBox3.CheckState = CheckState.Checked Then
            val_c = (Val(TextBox3.Text) * 15000)
            ListBox1.Items.Add(Val(TextBox3.Text) & " " & "Ayam Rica-Rica")
        Else
            val_c = 0
        End If

        If CheckBox4.CheckState = CheckState.Checked Then
            val_d = (Val(TextBox4.Text) * 2000)
            ListBox1.Items.Add(Val(TextBox4.Text) & " " & "Air Mineral")
        Else
            val_d = 0
        End If

        If CheckBox5.CheckState = CheckState.Checked Then
            val_e = (Val(TextBox5.Text) * 3000)
            ListBox1.Items.Add(Val(TextBox5.Text) & " " & "Es Teh Manis")
        Else
            val_e = 0
        End If

        If CheckBox6.CheckState = CheckState.Checked Then
            val_f = (Val(TextBox6.Text) * 5000)
            ListBox1.Items.Add(Val(TextBox6.Text) & " " & "Es Jeruk")
        Else
            val_d = 0
        End If

        total = val_a + val_b + val_c + val_d + val_e + val_f
        ListBox2.Items.Add(total)

    End Sub

    Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
        End
    End Sub

End Class


Output:









Merasa Paling Pintar

Suatu hari seorang filsof melakukan sebuah perjalanan jauh. Ini sudah menjadi kebiasaan para filsof pada zaman dahulu yang suka melakukan pengembaraan untuk mendapatkan hikamh atau kearifan, ataupun sebaliknya, mengajarkan hikmah dan kearifan. Salah satu prinsip yang dipegang oleh para filsof adalah meningkatkan tempat kelahiran dan mencari hikmah dan kearifan. Inilah hidup yang dianggapnya sebagai sebuah kehormatan.

Kali ini sang filsof bepergian dengan menaiki sebuah kapal. Di dalam kapal dia berkenalan dengan seorang nahkoda. Mereka pun kemudian terlihat sangat akrab. Mereka saling bertukar pengetahuan tentang hal-hal yang mereka ketahui. Percakapan pun berlangsung.

“Apakah tuan nahkoda pernah belajar filsafat?” Tanya filsof.

“Tidak pernah,” sahut sang nahkoda.

“Tuan telah kehilangan separuh dari kehidupan tuan,” balas sang filsof.
                        
Dari raut mukanya, sang filsof sangat menyayangkan sang nahkoda yang tidak pernah belajar filsafat. “Alangkah meruginya orang-orang seperti sang nahkoda itu,” gumam sang filsof.

Hari demi hari kapal terus maju menembus ombak. Hari terasa cepat berlalu. Sepanjang perjalan, sang filsof menghabiskan waktunya dengan membaca buku-buku filsafat yang dibawanya. Kalau sudah merasa lelah, sang filsof mendekat sang nahkoda kemudian bercakap-cakap.

Hingga pada suatu hari, hujan deras mengguyur. Langit hitam pekat. Petir bersahutan. Kilat berkilauan membelah gelap. Tiba-tiba air mulai mengenai kapal. Sepertinya kapal akan karam, tidak kuat menahan gempuran ombak. Hujan terus menerpa. Angin terus berhembus.

Kemudian sang nahkoda pun menuju ke kamar sang filsof. Sang filsof sepertinya dicekam rasa takut karena keadaan menghawatirkan. Hujan deras dengan angin kencang dan ombak yang garang. Ketika sang nahkoda berhasil mendekati sang filsof di kamarnya, kemudian dia bertanya “Apakah tuan filsof pernah belajar berenang?” Sang filsof yang dicekam cemas hanya bisa menggelengkan kepala.

“Tuan, bila tuan tidak bisa berenang, maka tuan akan kehilangan seluruh hidup tuan!” komentar sang nahkoda dengan suara perlahan. Sang filsof yang masih memegangi buku menjadi ketakutan.

Sang filsof yang selalu mengandalkan pada keterampilan logika dan pikiran juga menyadari kalau filsafat hanyalah suatu alat untuk mencari kebenaran, bukan segalanya. Maka ketika dia berpikir bahwa selain filsafat itu tidak berguna, dia sedang membuat kesalahan.

Dalam islam, sumber-sumber kebenaran tidak hanya didasarkan pada akal semata, tetapi juga hati dan wahyu. Hati bisa menyingkap kebenaran yang tidak dapat diraih dengan akal pikiran.

Sumber: “Thursina Singkat dan Bermakna” oleh Tim Rohis SMA Negeri 28

Akhir Hidup Pemuda yang Bertaubat

Pada zaman dahulu, di kota Madinah pernah hidup seorang ibu yang shalehah. Hari-harinya penuh dengan kegiatan ibadah dan amal shaleh. Sang ibu memiliki seorang anak yang nakal. Berlainan dengan ibunya, sang anak mengisi hari-harinya dengan bermain dan keluyuran tidak tentu arah. Bersama kawan-kawannya, sang anak pun sering berbuat maksiat.

Walaupun demikian, sang ibu tetap sabar dan tidak bosan untuk menasihati sang anak agar sadar dan mau meniti jalan kebaikan. "Putraku, ingatlah tentang bencana yang menimpa orang-orang sebelummu yang lupa diri dan tidak mau sadar untuk kembali ke jalan yang benar. Sadarlah Nak. Apa jadinya bila engkau terus-menerus seperti ini, menganggur, keluyuran tidak tentu tujuan. Engkau akan mati kelak. Bagaimana engkau akan mempertanggungjawabkan perbuatanmu? Ubahlah kebiasaan burukmu itu, wahai Putraku!"

Hampir setiap hari, dengan penuh kesabaran dan kelembutan, ia menasihati sang anak. Namun sang anak belum juga kunjung sadar.

Suatu hari, di bulan suci Ramadhan, datanglah seorang da'i dari negeri Hijaz bernama Abu Amir al-Bannan. Kedatangan sang da'i sendiri adalah atas undangan pengurus Masjid Rasulullah saw. untuk mengisi pengajian. Pengajian itu digelar seusai shalat tarawih, dihadiri masyarakat sekitar, termasuk si anak nakal itu.

Abu Amir menggunakan metode tabsyir dan tanzir dalam ceramahnya. Yaitu membawa kabar gembira dan ancaman. Dari menit ke menit ia berbicara hingga menggugah hati hadirin dan menyentuh jiwa mereka. Sesekali mereka terlihat tegang, dicekam rasa takut akan pedihnya siksa neraka. Sesekali mereka tenang, gembira, penuh rasa rindu dan harap akan dapat masuk surga yang penuh dengan kenikmatan.
                        
Dan ternyata, nasihat itu pun menyentuh hati si anak nakal. Sepulangnya dari pengajian, ia menangis di hadapan ibunya. Air mata penyesalan membasahi kedua matanya. Sejak itulah, ia mulai rajin shalat dan tekun beribadah.

Pada suatu sore, sang ibu mendatanginya, membawa hidangan untuk berbuka puasa. Tetapi ia menolak untuk berbuka seraya berkata, “Ibu, hari ini aku merasa tidak enak badan. Nampaknya aku mengalami panas dingin. Barangkali ajalku sudah dekat,” katanya.

Sambil berkata begitu, ia beranjak menuju mihrabnya, sementara lidahnya tak henti-hentinya melantunkan zikir. Keadaan itu berlangsung hingga empat hari lamanya.

Pada hari keempat sakitnya, ia duduk bersimpuh menghadap kiblat, menengadahkan tangannya ke hadirat Allah swt. “Duhai Allah, dahulu ketika badanku masih sehat dan tenagaku masih kuat, kulakukan maksiat. Aku lalai dari mengingat-Mu. Sekarang, di kala tubuhku lemah, dalam keadaan seperti inilah aku tekun beribadah dan datang menghadap-Mu.”

“Wahai Tuhanku, perbuatanku ini tentu membuat-Mu marah dan benci. Namun, ya Tuhanku, terimalah diri hamba-Mu ini.”

Setelah lama bermunajat, ia pun terkulai lemah. Melihat kondisi anaknya, sang ibu segera berlari menghampirinya. “Wahai buah hatiku,” serunya, “Wahai pelita hatiku, bangunlah dan jawablah panggilan ibumu ini!”

Ibunya menggoyang-goyangkan badannya yang terkulai lemah. Tak berapa lama kemudian, ia pun kembali sadar. Melihat sang ibu di sisinya, ia pun berkata “Ibuku, dahulu engkau sering menasihatiku agar aku sadar dan kembali ke jalan yang benar. Ibu menakuti aku dengan neraka dan murka Allah. Betapa aku sesali hari-hariku yang telah lalu, yang hampa dari zikrullah. Aku takut, Bu. Aku takut bila diriku lama berada dalam neraka. Ibuku, cukuplah. Bangunlah! Akan kucium kakimu supaya aku dapat merasakan kehina-dinaan. Semoga Allah Ta’ala merahmatiku!”

Sang ibu kemudian bangkit, memenuhi permintaan anaknya yang tercinta. Anak itu lalu berkata, “Inilah balasan bagi orang yang berkelakuan buruk dan lupa kepada Allah.” Setelah berkata begitu, tubuhnya kembali terkulai. Tubuhnya rebah ke tanah. Lalu ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ia meninggal dunia di sisi ibundanya tercinta.

Beberapa waktu kemudian, sang ibu berkisah, “Pada malam Jumat, aku bermimpi bertemu dengannya. Wajahnya bersinar seumpama rembulan purnama. Laluaku bertanya kepadanya ‘Anakku, apa yang dilakukan Allah terhadapmu?’.”

Alhamdulillah Ibu, Allah membalasiku dengan kebaikan,” jawabnya.

“Lalu apa yang dialami Abu Amir?”

“Jauh Bu, jauh sekali perbedaannya. Siapakah diantara kita yang menyamai kedudukannya?” Subhanallah!

Sumber: “Ia Masuk Surga, Padahal Tak Pernah Shalat” karya Badiatul Muchlisin Asti

Jejaring Sosial (Social Networking)

Semakin berkembangnya dunia teknologi, sekarang ini telah hadir berbagai situs jejaring sosial yang menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia untuk mengaplikasikannya. Dari berbagai macam situs jejaring sosial tersebut, pasti memiliki berbagai dampak bagi penggunanya, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Namun, sebelum membahas lebih lanjut tentang berbagai dampak jejaring sosial, saya akan bahas terlebih dahulu tentang apa itu jejaring sosial.

Jejaring sosial atau dalam bahasa Inggris disebutnya social networking merupakan struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain-lain. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes pada tahun 1954.

Analisis jaringan sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan. Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah hubungan antar aktor tersebut. Bisa terdapat banyak jenis ikatan antar simpul. Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan sosial beroperasi pada banyak tingkatan, mulai dari keluarga hingga negara, dan memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah, menjalankan organisasi, serta derajat keberhasilan seorang individu dalam mencapai tujuannya.

Situs jejaring sosial diawali oleh Classmates.com pada tahun 1995 yang berfokus pada hubungan antar mantan teman sekolah dan SixDegrees.com pada tahun 1997 yang membuat ikatan tidak langsung. Dua model berbeda dari jejaring sosial yang lahir sekitar pada tahun 1999 adalah berbasiskan kepercayaan yang dikembangkan oleh Epinions.com, dan jejaring sosial yang berbasiskan pertemanan seperti yang dikembangkan oleh Uskup Jonathan yang kemudian dipakai pada beberapa situs UK regional di antara 1999 dan 2001. Pada tahun 2004, diluncurkanlah Facebook untuk pertama kalinya oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal para mahasiswa Harvard. Pada tahun 2005, suatu layanan jejaring sosial MySpace, dilaporkan lebih banyak diakses dibandingkan Google dengan Facebook. Dan selanjutnya pada tahun 2006, Twitter mulai didirikan oleh Evan Williams, Jack Dorsey, dan Biz Stone.


Jejaring sosial berbasiskan web (situs jejaring sosial) menyediakan berbagai layanan bagi pengguna untuk dapat berinteraksi seperti chat, chat suara, messaging, share link, share file, dan lain-lain. Umumnya situs jejaring sosial memberi layanan untuk membuat biodata diri. Pengguna juga dapat meng-upload foto dirinya dan dapat men-tag teman atau dengan pengguna lainnya. Beberapa jejaring sosial memiliki fitur tambahan seperti pembuatan grup untuk dapat saling sharing dengan sesama anggota grup tersebut didalamnya.

Berbagai aktivitas yang pada umumnya terjadi dalam jejaring sosial antara lain:
>>  saling bertukar pendapat/komentar,
>>  mencari teman,
>>  saling mengirim pesan,
>>  saling memberi penilaian,
>>  saling bertukar file, foto dan lain sebagainya.

Dari berbagai macam situs jejaring sosial tersebut, pasti memiliki berbagai dampak bagi penggunanya, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Berikut beberapa dampak positif dan negatif yang diakibatkan oleh berbagai situs jejaring sosial.

Dampak Positif, diantaranya:
1.  Memperluas pergaulan.
2.  Mempermudah untuk menjalin komunikasi dalam jarak jauh.
3.  Sebagai media untuk saling berbagi dan bertukar informasi.
4.  Sebagai media promosi dalam bisnis.

Dampak Negatif, diantaranya:
1.  Dapat menguragi secara perlahan-lahan kemampuan anak-anak dan kalangan dewasa muda untuk mempelajari kemampuan sosial dan membaca bahasa tubuh (komunikasi secara langsung). Maksudnya adalah seseorang akan mengalami pengurangan interaksi dengan sesama mereka menyebabkan jumlah orang yang tidak dapat diajak berdiskusi mengenai masalah penting, menjadi semakin meningkat setiap harinya.

2.  Pada beberapa pengguna dapat membuat berbagai bentuk kepribadian tidak terbatas yang sesungguhnya tidak nampak pada kehidupannya yang nyata. Bila dirasa gagal pada suatu bentuk maka mereka akan mencoba bentuk pribadi lain. Dengan cara ini mereka bisa mengendalikan penampilannya di jejaring sosial dengan rasa aman karena jauh dari unsur-unsur penolakan, dipermalukan, dan lain-lain yang sering terjadi di kehidupan nyata. Namun ini bukanlah kepribadian yang sebenarnya.

3.  Kecanduan situs jejaring sosial juga bisa membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Meningkatnya pengisolasian diri dapat mengubah cara kerja gen, membingungkan respons kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, dan merusak performa mental.

4. Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Bila menggunakan mouse atau memencet keypad ponsel selama berjam-jam setiap hari, seseorang dapat mengalami cedera tekanan yang berulang-ulang. Penyakit punggung juga merupakan hal yang umum terjadi, pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer.

Sejak situs jejaring sosial menarik perhatian publik untuk mengaplikasikannya, sebagian besar pengguna menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengaplikasikan situs tersebut. Oleh karena itu, kita perlu belajar untuk menggunakan jaringan internet secara bijak sehingga kita tidak menjadi orang yang mencandu akan situs jejaring sosial. Akan tetapi, bukan berarti para pengguna situs jejaring sosial ini harus berhenti total untuk tidak menikmati situs tersebut, melainkan lebih bijak secara perlahan untuk mengurangi waktu dalam mangaplikasikannya.



Referensi:
http://de-kill.blogspot.com/2010/01/sejarah-twitter-mikroblogging.html

E-Commerce


Semakin maju dan berkembangnya teknologi hingga sekarang ini, tak mengherankan lagi adanya perdagangan secara online atau yang biasa disebut perdagangan elektronik atau e-commerce (electronic commerce). E-Commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. Perdagangan ini melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Namun, berhubung hingga sekarang ini saya belum pernah menjadi pembeli maupun penjual dalam e-commerce. Hal ini karena saya masih merasa ragu dan kurang mempercayai sistem perdagangan dengan media elektronik ini, salah satunya penipuan terhadap pembeli. Sehingga dalam tulisan ini, saya hanya mengulas pengamatan saya tentang e-commerce dari beberapa referensi di internet.

Di beberapa negara, e-commerce sudah menjadi bagian dari rutinitas perdagangan sehari-hari. Sehingga berdirilah berbagai perusahaan online yang menangani e-commerce ini. Perusahaan terkenal dalam e-commerce diantaranya: Amazon.com, eBay, Google, Paypal, dan Yahoo. Bahkan facebook pun bisa sebagai media e-commerce. Perusahaan e-commerce haruslah memerhatikan bahwa dalam pengoperasiannya tidak hanya berfokus & mengandalkan produk yang ditawarkan saja. Hal yang harus lebih diperhatikan diantaranya, tampilan web, karena hal ini merupakan media interaksi penjual dengan pembeli. Selain itu, pengiriman yang tepat waktu, jaringan infrastruktur dan keamanan yang terjamin.

Namun pada faktanya, di Indonesia sendiri perusahaan e-commerce yang ada belum begitu popular di kalangan para konsumen. Belum dikenalnya perusahaan-perusahaan e-comerce di Indonesia ini karena faktor ketidakpercayaan para konsumen terhadap perusahaan jenis ini. Selain itu, karena belum adanya perlindungan hukum yang jelas terhadap sistem perdagangan e-commerce.


KELEBIHAN E-COMMERCE:
            Berikut akan saya paparkan beberapa kelebihan dari e-commerce. Diantaranya:
Ø  Bagi Penjual:
  1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan sistem online yang biayanya
      cendrung lebih murah
  2. Mempercepat pelayanan ke pelanggan
  3. Pelayanan lebih responsif
  4.
Meningkatkan daya saing
  5.
Sedikit hambatan dalam penerapan metode penjualan
  6.
Cara yang lebih murah untuk mencari partner bisnis
  7.
Lebih banyak tersedia informasi elektronik
  8.
Mudah dalam memperbarui katalog online
  9. Meningkatkan efisiensi transaksi
10.
Biaya stock dan produksi dapat dipotong melalui penawaran yang kompetitif
11.
Kemampuan untuk mengidentifikasi pasar produk baru
12.
Kemampuan untuk melewati hambatan global dalam marketing
13. Memperoleh pengetahuan melalui diskusi di internet

Ø  Bagi pembeli (konsumen):
  1. Lebih cepat/nyaman dalam pembelian
  2.
Memiliki akses yang lebih banyak terhadap informasi
  3.
Dapat melakukan umpan balik terhadap supplier, vendor dan biro iklan
  4.
Meningkatkan tingkat ketersediaan pelayanan konsumen
  5.
Meningkatkan kepercayaan


KEKURANGAN E-COMMERCE:
            Berikut akan saya paparkan beberapa kelebihan dari e-commerce. Diantaranya:
Ø  Bagi Penjual:
  1.
Informasi yang dikirim oleh supplier dapat diganggu oleh hacker
  2.
Merek dagang/kepercayaan menjadi hal yang utama
  3.
Kompetisi yang ketat bagi supplier/vendor
  4.
Biaya implementasi/advertensi dapat menjadi tinggi
  5.
Harus memiliki konsumen yang loyal
  6.
Bahasa, zona waktu, dan perbedaan mata uang
  7.
Permasalahan perlindungan hak cipta
  8.
Sulit untuk mengatasi keputusan pembelian yang licik
  9.
Kesulitan untuk mengetahui pembeli yang sedang mencari
10.
Penjualan melalui internet terbatas pada orang ketika mulai mempergunakan
      internet untuk pembelian
11.
Hambatan oleh jangkauan jaringan komputer

Ø  Bagi pembeli (konsumen):
  1.
Masalah keamanan
  2.
Masalah hukum/aspek legal
  3.
Tidak semua orang memiliki akses terhadap internet
  4.
Konsumen takut terhadap penjual yang belum diketahui/dikenal
  5.
Akses bukan hal yang mudah bagi pemula


Kesimpulannya, semakin maju dan berkembangnya teknologi hingga saat ini, semakin maju pula sistem perdagangan, yaitu dengan perdagangan elektronik (e-commerce) yang menggunakan koneksi internet maupun jaringan komputer lainnya. Di beberapa negara lain, e-commerce sudah menjadi bagian dari rutinitas perdagangan mereka sehari-hari. Sehingga hadirlah berbagai perusahaan e-commerce, misalnya Amazon.com. Sedangkan, e-commerce di Indonesia untuk saat ini belum bisa semaju di negara-negara lain. Hal ini karena masih kurangnya yang memiliki dan bisa akses terhadap internet, serta kurangnya tingkat kepercayaan konsumen terhadap e-commerce.


Referensi:
www.rofiq.web.id/files/tesis_ainurrofiq_dimensi_trust.pdf

Sejarah Lahirnya Web Science

      Pada postingan sebelumnya, sudah saya bahas tentang “apa itu web science?”. Sekarang, saya akan masuk ke topik “sejarah lahirnya web science”. Sejarah lahirnya ilmu web pasti sangat erat kaitannya dengan sejarah lahirnya web. Maka itu, agar lebih memahami topik ini, saya akan mengulang sedikit pembahasan mengenai web dari postingan sebelumnya. 

       Web sebenarnya hanya sebutan singkat dari World Wide Web (WWW) yang merupakan suatu ruang informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI) untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya yang berguna, baik itu berupa teks, gambar, musik (suara) maupun video.


    WWW ditemukan oleh Sir Timothy John "Tim" Berners-Lee (biasa dipanggil Berners-Lee) pada tahun 1991. Awalnya dia hanya ingin menemukan cara untuk menyusun arsip-arsip risetnya. Untuk itu, dia mengembangkan suatu sistem untuk keperluan pribadi. Sistem itu adalah program peranti lunak yang diberi nama Equire. Dengan program itu, Berners-Lee berhasil menciptakan jaringan terkait antara berbagai arsip sehingga memudahkan informasi yang dibutuhkan. Inilah yang kemudian menjadi dasar dari sebuah revolusi yang dikenal sebagai web. 
 
Sir Timothy John "Tim" Berners-Lee
Pada tanggal 30 April 1993, CERN (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire - tempat dimana Tim bekerja) menginformasikan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh semua orang. Sebuah salinan dari halaman web pertama asli, yang diciptakan oleh Berners-Lee, masih dipublikasikan di situs World Wide Web Consortium (W3C - bertugas untuk membangun standar bagi teknologi Web) sebagai dokumen sejarah. 

     Pada awal perkembangannya, sewaktu browser masih berbasiskan teks hanya terdapat sekitar 50 website. Di akhir tahun 1995 jumlah ini telah berkembang mencapai sekitar 300.000 web site. Dan diperkirakan sekarang ini jumlah pemakai Web telah mencapai sekitar 30-an juta pemakai diseluruh dunia. Pastinya jumlah dari web site pun ikut semakin meledak. Hal ini berarti telah terjadi ledakan informasi di dunia maya. Ledakan informasi tersebut membawa pergeseran teknologi dan pemanfaatan Web semakin dominan. Secara luar biasa telah terjadi pergeseran Web 1.0 ke Web 3.0 sebagai berikut :
Web 1.0 => sejak tahun 1992 mulai memperkenalkan beragam web browser,
          => mendorong pertumbuhan pemanfaatan Web sebagai penyedia informasi,  
          => web masih bersifat read only.
Web 2.0 => mulai menjadi trend pada tahun 1997,
          => memperkaya sifat yang read only menjadi read write,
          => aplikasi berbasis web semakin banyak diterapkan,
          => pertukaran data antara manusia,
          => web dengan jejaring sosial dimulai dengan lahirnya berbagai sarana seperti 
              wikipedia, blog, friendster. 
Web 3.0 => pertukaran data antar manusia-mesin, mesin-mesin dan manusia-manusia
              disempurnakan.

Dari sejarah web diatas, terlihat sekali bahwa web semakin masuk dan mempengaruhi berbagai sisi kehidupan bermasyarakat. Untuk itulah web memerlukan pendekatan multidisiplin dalam hal rekayasa dan penggunaannya. Hal ini menyebabkan lahirnya the Web Science Trust.


 Web Science Trust (WST) adalah suatu yayasan (yang bisa disebut badan amal) dengan tujuan mendukung perkembangan global Web Science. Ini diselenggarakan oleh University of Southampton. Awalnya Web Science Trust bernama Web Science Research Initiative (WSRI) yang didirikan pada tanggal 2 November 2006. Terjadi perubahan nama menjadi WST, pada tahun 2009.

        WSRI pada awalnya didirikan sebagai hasil dari Nota Kesepahaman antara MIT CSAIL dan Univerity of Southampton, ECS, dengan ambisi koordinasi dan mendukung studi dari World Wide Web. Sejak peluncuran inisiatif ini, konsep web science telah banyak disebarluaskan dan membangun dirinya sebagai daerah yang penting bagi kegiatan. Kegiatan WSRI terfokus pada:
1. mengartikulasikan sebuah agenda penelitian bagi komunitas ilmiah yang lebih luas,
2. koordinasi pengembangan meteri pendidikan dan kurikulum web science,
3. terlibat dalam munculnya kepemimpinan berpikir bidang ini.



        WST bekerjasama dengan World Wide Web Foundation. Yayasan yang memiliki misi untuk memajukan web dan memberdayakan masyarakat melalui web. WST memiliki komitemen bersamauntuk memajukan disiplin ilmu baru web science, dan akan bekerja sama dalam proyek-proyek yang akan meningkatkan pemahaman kita tentang web dan mempromosikan web agar berdampak positif di kalangan masyarakat.


Referensi:
artikel berjudul: “Web Engineering dalam Konteks Web Science: Isu Terkini dan Tantangan”, Bambang Purnomosidi D. P.