Pages

Belajar Dari Kehidupan Semut

Siapa yang tak kenal semut, serangga berukuran kecil yang mana dari kehidupannya kita bisa banyak belajar dari mereka.

Menurut majalah Reader Diggest yang terbit pada akhir tahun 1970-an pernah menguraikan panjang lebar keistimewaan semut dibandingkan dengan hewan - hewan lainnya. Pertama: Komunitas semut mempunyai sistem atau struktur kemasyarakatan lengkap dengan pembagian tugasnya. Kedua: Masyarakat semut mengenal sistem peperangan kolektif. Artinya, kelompok semut tertentu yang dipimpin seekor ratu semut dapat berperang dengan komunitas semut yang dipimpin oleh ratu lainnya. Ketiga: Semut mengenal sistem perbudakan. Telur sebagai harta benda utama dari pihak semut yang kalah perang akan dikuasai dan diangkut oleh pihak semut pemenang. Telur telur ini akan dijaga sampai menetas dan bayi semut ini akan dijadikan budak-budak mereka yang menang. Keempat: Semut mengenal sistem peternakan. Pada daun pohon jambu, mangga, rambutan, atau lainnya kadang terdapat jamur putih lembut. Di sana ada hewan kecil berwarna putih yang menghasilkan cairan manis. Semut tahu, hewan ini malas berpindah karena itu semut membantu memindahkannya ke tempat baru jika lahan di sekitar itu telah mulai tandus dan setelah semut memerah cairannya setiap periode waktu tertentu. Sampai saat ini belum diketahui hewan yang mengenal sistem perbudakan dan peternakan. Kelima: Semut mengenal sistem navigasi dengan baik.

Allah SWT memberi nama salah satu ayat Al-Quran nya dengan nama An-Naml, yang artinya adalah semut. Karena Allah SWT menginginkan manusia dapat mempelajari dan mengambil hikmah dari cara hidup mereka.


Semut hidup dalam sebuah keluarga besar. Dengan hidup bersama-sama dengan jumlah besar inilah, membuat mereka menjadi kuat, lebih mudah mempertahankan hidup, dan juga mempermudah dalam mencari makanan. Dan tentunya, dalam keluarga besar tersebut ada sebuah sistem yang berjalan secara sunatullah. Yang mana sistem ini sudah sangat dimengerti oleh setiap semut, sehingga mereka tidak pernah protes, tidak pernah iri, walaupun diantara mereka tidak pernah ada kejelasan siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin. Tak ada rakyat yang protes ingin menjadi ratu, atau tak ada prajurit yang protes ingin menjadi rakyat. Tidak ada perebutan kekuasaan di negeri semut. Semuanya rela dan ikhlas melakukan tugas dan peran masing-masing. Mereka senantiasa melakukan kerjasama dengan baik. Ratu melakukan tugasnya untuk bertelur, prajurit melakukan tugasnya untuk mengumpulkan makanan. Tugas masing-masing saling mendukung, tugas yang satu tidak akan berhasil terlaksana, tanpa dukungan dari tugas yang lain.

Semut senantiasa berada dalam barisan rapi jika sedang beraktifitas bersama-sama. Seperti ketika sedang mencari makan dan untuk disimpan ke dalam sarang, mereka akan berbaris rapi tanpa ada yang saling mendorong, berebut mendahului, ataupun menutup jalan teman yang lain. Para semut tidak berebut rezeki, justru saling memanggil memberitahu dan berbagi jika ada yang menemukan rezeki.

Mungkin banyak yang tidak menyadari akan kehidupan semut. Namun, subhanallah, sungguh terlihat jelas bukan, bahwa banyak pelajaran yang bisa contoh dari kehidupan semut.

Referensi:

Sumber gambar:

0 comments :

Post a Comment